Walaupun ini selalu menjadi bagian yang dilupakan saat memutuskan untuk memulai, perkenalan tetap penting.
Saya selalu yakin tidak ada sebuah perjalanan dan cerita, tanpa suatu perkenalan. Maka, sebelum kita berjalan lebih jauh kedepan ada baiknya kita mulai berkenalan.
Prolog: Kosan Baru
Malam ini terlalu seksi jika hanya dihabiskan dengan melihat dinding kamar kosan yang masih kosong saat itu. Pembicaraan tidak sengaja di antara kami dimulai dengan segelas kapal api yang disuguhkan dalam cangkir berwarna biru. Kami tidak memiliki banyak kesamaan, tapi kesenangan kami membuat kami tidak banyak basa-basi dalam memulai. dan semua bermula dari malam itu.
Kapal Api di Gelas Biru
Kapal api di gelas biru memulai pembicaraanku dengan Andri sampai yang lainnya, Andri mahasiswa IT yang sekampus denganku. Malam pertama kami mulai dengan percakapanku soal ketertarikanku dalam dunia dia. Argumenku saat itu adalah soal Psikologi dan IT, menurutku selalu menarik ketika berdiskusi dengan mahasiswa atau orang IT.
Ini beberapa fakta soal mahasiswa IT dari kapal api di Gelas Biru:
Bagi Mereka Membicarakan Permasalahan Harus Sampai Menemukan Solusi
Masalah adalah suatu terminologi, yang tidak selesai hanya dengan membicarakan. Aku melihat mereka menilai masalah sebagai sesuatu yang harus di selesaikan.
Jam Nongkrong
Ini adalah fakta baru yang mengejutkan bagi ku, mereka punya term "Jadwal Nongkrong", jadwal ini tidak mengikat dan tidak dimulai dari sesuatu yang disepakati. Jadwal ini terbuat setelah mereka melihat pola mereka saat berkumpul bersama kronco-kronco mereka.
Obrolan awal dimulai dari obrolan paling tidak serius, dimulai dari ejekan satu sama lain
Obrolan tengah malam adalah obrolan serius
Obrolan transisi tengah malam ke dini hari adalah obrolan curhatan pribadi
Obrolan dini hari menuju pagi adalah obrolan tidak serius dan biasa kami sebut dengan "Efek dini hari"
Kopi Sebagai Teman Nongkrong
Kamu tidak perlu segelas Macchiato Latte Starbucs atau kopi mahal lainnya untuk memulai obrolan berkualitas dengan mereka, karena mereka lebih suka cangkir biru karatan berisi kapal api dibandingkan gelas isi kopi seharga Rp. 43.000,- yang bisa ditulisi nama.
Karena beberapa fakta itu dan Andri, membuka ku pada dunia pertemanan kosan baru dan cerita yang akan aku tulis di penjelajahan kami di dunia maya. Deskripsi ku sedikit saja soal mereka:
Andri : Pria berbadan gempal, penuh fleksibilitas tinggi dan bersedia mengantar kemanapun kamu mau. Belum sampai disitu, Andri menyelamatkan I Phone 5 G aku dari biaya service mahal di counter I Phone, dia memang master soal gadget bergambar Apple sisaan. Dia adalah konselor yang membuat ceritaku kedepannya bisa mejeng di website
Hafiz : Pria yang selalu tidak mau dipanggil ambon, teman diskusi asik walaupun selalu memiliki point of view yang berbeda. Idaman semua wanita kesepian dan suka begadang, karena dia berani nemenin lo sampai pagi buta. Dia adalah Konselor yang membuat cerita aku jadi lebih berwarna lewat tangan ajaib dia dalam mendesain
Erlangga: Pria yang Selalu Stay cool dan Terbaik, konselor yang membuat cerita jadi lebih hidup dengan saran-sarannya soal Fotografi.
Mereka yang kedepannya akan menjadi bagian dari "Pertemanan sehat dunia maya" yang akan memproduksi banyak cerita traveling dan penjelajahan kami di hutan belantara. Ha..Ha.. Ha maksud aku, di Indonesia.
aku rasa tidak perlu deskripsi terlalu banyak untuk memulai, jadi perkenalan akan berlanjut ke cerita Episode pertama...
Di Kedai Delysh, 2016